Bagikan Artikel Ini
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Pin on Pinterest0Share on Tumblr

Google Harus Hapus Tautan dari Koran Belgia

BRUSEL, KOMPAS.com – Gagal sudah upaya Google Inc membatalkan keputusan Pemerintah Belgia yang memblokir Google mempublikasikan tautan ke koran lokal dalam layanan internet. Pada 5 Mei 2007, pengadilan banding di Brusel mengatakan keputusan pengadilan di bawahnya yang memaksa Google menghapus tautan dan potongan artikel dari koran lokal berbahasa Prancis dan Jerman di Belgia dari Google.com dan Google.be.

Aplikasi Google

Google terancam denda 25.000 euro  per hari untuk setiap keterlambatan pelaksanaan hukuman tersebut. Copiepresse, grup yang mengajukan tuntutan atas nama koran lokal mengatakan, potongan artikel menghasilkan pendapatan bagi mesin pencari, sedangkan penerbit harus menibayar untuk artikel yang diakses.

Pihak penerbit memiliki tuntutan kedua yang masih diproses. Mereka menuntut 49,1 juta euro sebagai ganti rugi ketika artikel para penerbit ini tampak di Google News. “Kasus ini menciptakan preseden,” kata Flip Petillion, rekanan di Crowell & Moring LLP di Brusel.

Petillion yakin, Google bakal mengupayakan kasus ini hingga ke level tertinggi karena tidak punya pilihan lain selain banding. Google masih memiliki pilihan untuk banding ke pengadilan tertinggi di Belgia, Cour de Cassation. Namun manajemen Google mengatakan, mereka masih mencoba bekerjasama dengan pihak penerbit untuk mencari cara agar penerbit bisa menghasilkan uang dari berita online.

Pernyataan tertulis Google mengatakan, Google News bakal patuh pada peraturan hak cipta. Google akan meninjau lagi keputusan untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Kami percaya bahwa mereferensikan informasi dengan kepala berita yang pendek dan tautan langsung ke sumbernya, seperti yang dilakukan mesin pencari Google News dan hampir semua orang di web, tidak hanya legal, tapi juga memacu pengguna web membaca koran secara online,” kata Google.

Dalam pernyataannya, Copiepresse menyatakan puas dengan keputusan ini dan berharap Google memiliki kecerdasan mencari solusi adil untuk mengakhiri situasi ini. Erik Valgaeren, pengacara Google, dalam sidang 23 Februari 2011 lalu mengatakan, kasus ini memiliki konsekuensi serius’pada pencarian dan pengelolaan informasi di internet. (Kontan/Wahyu Tri R)